Karangan Bunga Penuhi Stasiun Bekasi Timur, Wujud Duka Kepada 16 Perempuan Pengguna KRL
Elgangga – Suasana berbeda terlihat di Stasiun Bekasi Timur pada Minggu pagi. Sejumlah karangan bunga berjejer di area lantai dua dekat akses masuk, sebagai bentuk duka dan penghormatan bagi 16 perempuan pengguna Commuter Line yang meninggal dunia.
Tanpa komando, para pengguna KRL datang silih berganti untuk meletakkan bunga dan menyampaikan doa. Sebagian menuliskan pesan duka, sementara lainnya memilih diam sejenak mengenang para korban.
Alesya, salah satu pengguna Commuter Line, mengaku sengaja datang meski tidak mengenal korban.
“Rasanya seperti kehilangan teman perjalanan,” ujarnya. Hal serupa disampaikan Kresna yang menyebut adanya kedekatan emosional di antara sesama pengguna KRL meski tidak saling mengenal.
Di antara bunga-bunga tersebut, terdapat pesan yang berisi doa dan penghormatan atas perjuangan para korban, yang sehari-hari bekerja dan menempuh perjalanan lintas kota demi keluarga.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Vice President Corporate Communication Anne Purba menyampaikan apresiasi atas empati yang ditunjukkan para pelanggan. Menurutnya, solidaritas ini mencerminkan kuatnya ikatan sosial yang terbangun dari rutinitas perjalanan bersama.
“Kami melihat ketulusan pelanggan dalam memberikan doa dan dukungan. Ini menjadi penguat bagi kami untuk terus meningkatkan layanan,” ujar Anne.
KAI juga mencatat tren peningkatan jumlah perjalanan dan pengguna Commuter Line, khususnya di lintas Cikarang. Hingga triwulan I 2026, tercatat 21,7 juta pelanggan menggunakan layanan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik rutinitas transportasi harian, terdapat hubungan emosional yang tumbuh di antara para pengguna. Karangan bunga yang terus bertambah menjadi simbol duka, doa, dan solidaritas bagi para korban.
Sumber : Harian Singgalang
Editor : DVI











































































































