#Kesehatan

Udah Minum Kopi Tapi Kantuk Masih Datang, Yuk Kenali Jam Minum Kopi Yang Benar

Elgangga – Konsumsi kopi yang tidak memberikan efek peningkatan kewaspadaan atau tetap menimbulkan rasa kantuk disinyalir berkaitan dengan ketidaktepatan waktu konsumsi. Berdasarkan penjelasan pakar kesehatan, efektivitas kafein dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh siklus alami hormon kortisol atau ritme sirkadian manusia.

Beberapa poin utama yang dijelaskan oleh para ahli meliputi:

  • Interaksi dengan Hormon Kortisol: Tubuh manusia secara alami memproduksi hormon kortisol yang berfungsi meningkatkan kewaspadaan pada jam-jam tertentu, khususnya saat bangun tidur. Mengonsumsi kafein pada saat kadar kortisol berada di titik puncak dapat memicu toleransi tubuh, sehingga efektivitas kopi berkurang.
  • Waktu Konsumsi Optimal: Pakar menyarankan agar konsumsi kopi dilakukan saat kadar kortisol mulai menurun, yakni sekitar tiga hingga empat jam setelah bangun tidur (antara pukul 09.30 hingga 11.30 pagi). Hal ini bertujuan agar kafein dapat bekerja secara sinergis dengan sistem hormon tubuh tanpa menimbulkan ketergantungan yang berlebih.
  • Mekanisme Penghambatan Adenosin: Kafein bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin—senyawa kimia yang memicu rasa kantuk. Jika tubuh sudah terlalu lelah atau kekurangan durasi tidur yang krusial, blokade kafein tidak lagi efektif untuk menekan akumulasi adenosin yang sudah terlalu tinggi.
  • Dampak Konsumsi Berlebih: Upaya mengatasi rasa kantuk dengan menambah dosis kopi secara tidak teratur dapat menyebabkan gangguan pada kualitas tidur malam hari, yang pada akhirnya menciptakan siklus kelelahan kronis pada hari berikutnya.

Masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan jadwal konsumsi kafein guna memperoleh manfaat optimal bagi produktivitas, tanpa mengganggu stabilitas sistem biologis tubuh.

Sumber : Detikhealth.com
Editor : DVI

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *