#Nasional

Dugaan Keterlibatan Taksi Green SM dalam Rangkaian Insiden Kecelakaan Kereta Api di Bekasi

Elgangga – Penyelidikan terkait kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur kini menyoroti posisi sebuah unit taksi listrik Green SM sebagai pemicu awal rangkaian peristiwa tersebut. Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam ini diduga bermula dari gangguan di perlintasan sebidang yang kemudian berdampak sistemik pada jadwal perjalanan kereta.

Berdasarkan keterangan dari VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, terdapat dua peristiwa berbeda yang saling berkaitan. Kejadian pertama adalah tertempernya satu unit taksi Green SM oleh rangkaian KRL di perlintasan sebidang JPL 85. Insiden ini menyebabkan sistem perkeretaapian di wilayah emplasemen Bekasi Timur mengalami gangguan teknis, yang berujung pada tertahannya rangkaian KRL lainnya di jalur tersebut.

Kronologi di lapangan menunjukkan bahwa taksi listrik tersebut diduga menerobos palang pintu yang telah tertutup, namun kemudian mengalami mati mesin atau mogok di tengah rel. Meskipun pengemudi berhasil menyelamatkan diri sebelum benturan terjadi, keberadaan kendaraan di jalur rel mengakibatkan gangguan operasional yang signifikan. Di saat rangkaian KRL berhenti akibat dampak insiden tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menghantam bagian belakang KRL, sehingga mengakibatkan kecelakaan berantai yang fatal.

Menanggapi situasi ini, manajemen Green SM Indonesia melalui pernyataan resminya menyatakan duka cita yang mendalam bagi para korban. Pihak perusahaan menegaskan komitmen mereka untuk bersikap kooperatif dan mendukung penuh proses investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak berwenang serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Hingga saat ini, otoritas terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dari pengemudi atau kendala teknis pada sistem kendaraan listrik tersebut. Fokus utama saat ini adalah proses evakuasi dan pemulihan jalur, sembari menunggu hasil investigasi resmi guna menentukan penyebab pasti dari tragedi yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka tersebut.

Sumber : Kompas.com
Editor : DVI

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *