Polres Sragen Ungkap Proyek SMA Unggulan Dikerjakan Tanpa Melibatkan Kontraktor Profesional
Elgangga – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Sragen berhasil mengungkap fakta baru terkait insiden ambruknya struktur atap gedung SMA Unggulan milik Yayasan Tunas Harapan yang berlokasi di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh Tim Inafis, diketahui bahwa proyek pembangunan gedung berlantai dua tersebut dilaksanakan secara mandiri tanpa menggunakan jasa kontraktor profesional.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi saat delapan orang pekerja sedang melakukan pemasangan bagian bubungan atap pada ketinggian kurang lebih 10 meter. Struktur rangka atap berbahan baja ringan sepanjang 38 meter dilaporkan mengalami kegagalan konstruksi secara tiba-tiba, yang mengakibatkan para pekerja terjatuh bersama material bangunan.
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsyu Indyasari, mengonfirmasi bahwa enam pekerja menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban sempat dilarikan ke RSUD Gemolong guna mendapatkan penanganan medis awal. Namun, akibat luka serius yang diderita—termasuk cedera kepala dan patah tulang—empat di antaranya harus dirujuk ke RSUD dr. Moewardi, Surakarta, untuk perawatan intensif lebih lanjut. Keempat korban tersebut diidentifikasi sebagai Suwanto, M. Samsul Anwar, Yosep Fernando, dan Piud Saputro.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau ketidaksesuaian spesifikasi material baja ringan yang digunakan dalam proyek tersebut. Kepolisian juga tengah mendalami aspek legalitas dan prosedur keselamatan kerja yang diterapkan oleh pihak yayasan selama proses pembangunan berlangsung.
Sumber : solobalapan.com
Editor : DVI



















































































