#Nasional

Badan Gizi Nasional Luncurkan Aplikasi “Reviu MBG” untuk Optimalkan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Elgangga – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkenalkan aplikasi “Reviu MBG” sebagai instrumen pengawasan digital guna memastikan kualitas asupan gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga sesuai standar nasional.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menyatakan bahwa peluncuran aplikasi ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan budaya evaluasi di tingkat lapangan. Pada fase awal ini, aplikasi difokuskan pada peningkatan kesadaran (awareness) para pelaksana program, termasuk pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengenai pentingnya standar kualitas makanan.

“Fokus kami saat ini adalah pembinaan dan penguatan kesadaran di lapangan. Kami ingin menanamkan budaya evaluasi yang kuat, sehingga kualitas makanan yang diterima anak-anak sekolah tetap terjaga dengan standar gizi yang ketat,” ujar Sony.

Lebih lanjut, pihak BGN menjelaskan bahwa saat ini aplikasi belum digunakan sebagai alat pemberian sanksi. Namun, pemerintah telah menyiapkan peta jalan transparan bagi program ini. Mulai Juni 2026, akses dasbor aplikasi akan dibuka untuk publik, memungkinkan guru, pengelola Posyandu, hingga masyarakat umum untuk memantau kinerja SPPG secara real-time.

Transparansi dan Pengawasan Partisipatif

Melalui dasbor publik tersebut, masyarakat nantinya dapat memberikan penilaian (rating) terkait aspek kualitas makanan, mulai dari aroma, rasa, variasi menu, hingga ketepatan waktu distribusi. Data penilaian ini akan menjadi masukan utama bagi Badan Gizi Nasional dalam mengevaluasi kinerja penyedia layanan di tiap daerah.

Langkah ini menjadi krusial di tengah penyesuaian anggaran program MBG yang kini berada di angka Rp268 triliun dari proyeksi awal. Efisiensi anggaran ini menuntut operasional di lapangan berjalan lebih disiplin dan transparan, terutama terkait distribusi makanan yang kini disesuaikan menjadi lima kali dalam seminggu di berbagai wilayah sekolah.

Menjawab Tantangan Lapangan

Peluncuran aplikasi ini juga merupakan respons cepat pemerintah terhadap berbagai masukan dan kritik masyarakat terkait kualitas makanan di masa lalu. Dengan melibatkan guru dan kepala posyandu sebagai garda terdepan pengawasan, BGN optimistis sistem ini dapat menjadi alat deteksi dini terhadap potensi penyimpangan atau keterlambatan distribusi.

Pemerintah berkomitmen bahwa meskipun terjadi efisiensi anggaran, standar kesehatan dan gizi bagi anak-anak Indonesia adalah prioritas yang tidak dapat dikompromikan. Inovasi digital ini diharapkan mampu memastikan program MBG tetap tepat sasaran dalam mendukung target kecerdasan dan kesehatan generasi penerus bangsa.

Sumber : CNA.ID
Editor : DVI
Baca Juga

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *