Tokopedia dan TikTok Shop: Ekosistem Digital Jadi Mesin Pertumbuhan UMKM dan Produk Lokal
Elgangga – Ekosistem perdagangan digital dinilai semakin berperan penting dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta produk lokal Indonesia. Perubahan perilaku konsumen ke ranah digital membuat platform perdagangan daring tidak lagi sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga sarana bagi pelaku usaha menemukan konsumen baru, membangun merek, meluncurkan produk, hingga mengembangkan sumber pendapatan.
Local Business Empowerment Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Cut Dartina Rinatha mengatakan, perkembangan tersebut mendorong platform digital untuk memberikan dukungan yang lebih menyeluruh kepada pelaku usaha.
“Di era baru ini, kami berupaya menjadi mesin pertumbuhan bagi pelaku usaha Indonesia di setiap tahap perjalanan bisnisnya,” kata Dartina dalam acara Perayaan Kolaborasi #BeliLokal, Mendorong Pertumbuhan Pelaku Usaha Lokal Indonesia, di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Menurut Dartina, kebutuhan setiap pelaku usaha berbeda. Sebagian bisnis baru memperoleh penjualan pertama, sementara lainnya tengah membangun basis pelanggan loyal, meluncurkan produk baru, atau memperluas sumber pendapatan.
Karena itu, dukungan terhadap UMKM dinilai tidak cukup hanya dengan menyediakan akses ke platform digital. Pelaku usaha juga membutuhkan visibilitas, peningkatan kemampuan, penerapan praktik bisnis yang bertanggung jawab, serta kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem.
Dartina mengutip data Bank Indonesia yang menunjukkan adopsi digital dapat membantu bisnis meningkatkan performa, mendorong inovasi, memperkuat daya saing, sekaligus memperluas inklusi keuangan.
Namun, ia menekankan akses digital saja belum otomatis menjamin sebuah bisnis berkembang optimal. “Bisnis membutuhkan visibilitas yang lebih besar, kemampuan yang lebih praktis, praktik bisnis yang bertanggung jawab, serta kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem,” ujarnya.
Platform Digital Bukan Sekadar Tempat Berjualan
Dartina menyebut Tokopedia dan TikTok Shop telah menjadi bagian dari perjalanan digital banyak pelaku usaha Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan, lebih dari 40 persen pendapatan bagi lebih dari separuh bisnis di Indonesia berasal melalui Tokopedia dan TikTok Shop.
Selain itu, 46 persen bisnis yang disurvei menyatakan pertama kali meluncurkan bisnis mereka melalui TikTok Shop, sedangkan 99 persen pelaku usaha melihat TikTok sebagai salah satu sumber pendapatan penting bagi bisnis mereka.
Menurut Dartina, data tersebut menunjukkan perubahan fungsi platform digital. Marketplace dan social commerce kini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran merek, menemukan konsumen baru, menguji produk, hingga menciptakan peluang pertumbuhan.
“Pelaku usaha bukan hanya menggunakan platform untuk menjual produk, tetapi juga untuk menemukan konsumen baru, membangun awareness, dan menciptakan sumber pertumbuhan yang baru,” katanya.
Pemanfaatan ekosistem digital juga disebut membantu pelaku usaha menjangkau pasar baru. Sebanyak 72 persen bisnis menyatakan dapat menjangkau audiens baru melalui kanal digital yang digunakan, sementara 67 persen bisnis mengatakan dapat meluncurkan produk atau layanan baru melalui platform digital.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa platform digital tidak hanya membantu bisnis memasarkan produk yang sudah ada, tetapi juga memberikan ruang untuk bereksperimen, memahami kebutuhan konsumen, dan mengembangkan produk maupun layanan baru.
Beli Lokal Dorong Produk Indonesia Lebih Mudah Ditemukan
Dalam konteks tersebut, program Beli Lokal dirancang sebagai bagian dari ekosistem untuk memberikan dukungan kepada penjual lokal, mulai dari meningkatkan visibilitas hingga membantu mereka menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Fokus kami adalah memberikan dukungan end-to-end agar produk lokal bisa menjadi lebih mudah ditemukan, menjangkau lebih banyak pelanggan, dan pada akhirnya mempercepat pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelas Dartina.
Beli Lokal tidak hanya diposisikan sebagai kampanye promosi. Program ini diarahkan untuk mendukung perjalanan bisnis pelaku usaha dalam jangka panjang, termasuk mendapatkan pelanggan baru, meningkatkan penjualan, menghadapi perubahan pasar, serta membangun fondasi bisnis yang lebih berkelanjutan.
Salah satu tantangan utama bisnis lokal, menurut Dartina, adalah membangun brand awareness sekaligus memastikan produk dapat ditemukan oleh konsumen yang tepat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Tokopedia dan TikTok Shop menggabungkan berbagai elemen dalam ekosistem, mulai dari dukungan pemasaran, merchandising, shopping, chat, hingga promosi dan insentif.
Hingga kini, lebih dari 700 juta produk lokal disebut telah terjual melalui inisiatif tersebut.
“Fokusnya bukan hanya membawa produk lokal ke platform, tetapi membantu produk lokal benar-benar ditemukan oleh pembeli,” kata Dartina.
Ribuan UMKM Dapat Pelatihan Digital
Selain visibilitas, kesenjangan keterampilan digital menjadi tantangan lain yang perlu diatasi. Tidak semua pelaku usaha memiliki tingkat kesiapan yang sama dalam memanfaatkan teknologi.
Tokopedia dan TikTok Shop kemudian menjalankan berbagai program edukasi dan pelatihan untuk membantu pelaku usaha memanfaatkan ekosistem digital secara lebih efektif.
Dartina menyebut lebih dari 4.800 UMKM telah mendapatkan pelatihan, dengan 77 persen peserta berasal dari luar Jabodetabek dan sekitar 50 persen berasal dari luar Pulau Jawa.
“Kami ingin memastikan bahwa peluang ekonomi digital tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar,” ujarnya.
Menurut dia, semakin banyak UMKM daerah yang masuk ke ekosistem digital, semakin terbuka pula peluang produk lokal untuk memperluas pasar.
Dorong Bisnis Tumbuh Secara Bertanggung Jawab
Pertumbuhan bisnis, lanjut Dartina, juga perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab. Ketika usaha berkembang, aspek seperti perlindungan kekayaan intelektual, sertifikasi halal, serta keamanan dan kenyamanan dalam berjualan menjadi semakin penting.
Tokopedia dan TikTok Shop turut memberikan edukasi mengenai praktik penjualan yang bertanggung jawab dan perlindungan merek. Sekitar 2.500 UMKM disebut telah mengikuti pelatihan terkait aspek tersebut.
“Pertumbuhan yang baik bukan hanya mengenai bagaimana mendapatkan revenue yang lebih besar, tetapi juga bagaimana membuat pelaku usaha lebih siap dan bertanggung jawab,” kata Dartina.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan ekonomi digital tidak hanya diukur dari volume transaksi, tetapi juga dari kemampuan bisnis untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.
Buka Peluang Ekspansi Produk Indonesia ke Pasar Regional
Peluang pertumbuhan juga diarahkan ke pasar internasional. Tokopedia dan TikTok Shop memiliki program yang membantu brand Indonesia yang telah siap untuk memperluas bisnis ke pasar regional.
Dartina mencontohkan ekspansi ke Malaysia, yang telah diikuti sejumlah brand Indonesia. Sebagian di antaranya disebut berhasil mencatat kinerja penjualan positif setelah memasuki pasar tersebut.
Menurut Dartina, hal ini menunjukkan produk Indonesia memiliki potensi untuk bersaing di pasar regional apabila pelaku usaha memperoleh dukungan yang tepat.
“Indonesia memiliki kemampuan yang kuat di pasar regional,” ujarnya.
Ekspansi internasional dapat menjadi tahap lanjutan bagi UMKM setelah berhasil membangun fondasi bisnis di pasar domestik.
Penjualan Produk Lokal Tumbuh
Berbagai program tersebut disebut mulai memberikan dampak terhadap pertumbuhan bisnis lokal. Dalam paparannya, Dartina menyampaikan adanya peningkatan penjualan dan jumlah produk yang terjual, dengan jumlah produk terjual disebut meningkat sekitar 51 persen dalam periode yang dipaparkan.
Pertumbuhan juga terjadi di sejumlah kategori. Kategori kecantikan tumbuh sekitar 22 persen, sedangkan otomotif dan elektronik sekitar 14 persen, kebutuhan sehari-hari 12 persen, dan lifestyle sekitar 11 persen.
Dartina menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan peluang produk lokal masih sangat luas dan tidak terbatas pada satu kategori.
“Peluang untuk produk lokal sebenarnya sangat luas dan tidak hanya berada pada satu kategori. Ini bisa menjadi platform pertumbuhan untuk berbagai macam tipe usaha,” pungkasnya.
Sumber : Harian Singgalang
Editor : DVI



































































































































































































































































































































































































































































































































































































