Kenangan Haru Arie Untung tentang Sepatu Kotor Sang Ayah
Elgangga – Kepergian sang ayah, Untung bin Syamsuddin, meninggalkan duka mendalam bagi presenter Arie Untung. Di balik kesuksesan kariernya di dunia hiburan, Arie menyimpan satu kenangan yang tak terlupakan mengenai sosok mendiang ayahnya.
Salah satu memori yang paling membekas adalah saat sang ayah mendatanginya di sebuah pusat perbelanjaan di masa awal karier Arie, tepatnya saat acara pemilihan VJ baru berlangsung. Saat itu, sang ayah datang dengan kondisi sepatu yang sangat kotor dan berlumur tanah karena jarak tempuh tempat tinggal mereka yang jauh dari pusat kota.
Tanpa rasa malu sedikit pun, sang ayah berkeliling pusat perbelanjaan tersebut untuk memberi tahu orang-orang bahwa pria yang berada di atas panggung adalah putra kandungnya.
“Segitu bangganya gitu tapi saya dulu bilang ‘Wah bapak jangan bikin malu dong di sini, bersihin dulu sepatunya’ begitu kan. Tapi sekarang saya lihat itulah rasa bangganya beliau, keberanian naik ke panggung cuma ngomong itu doang,” kenang Arie Untung saat ditemui di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2026).
Arie mengungkapkan, nama panggung yang ia gunakan selama puluhan tahun ini sebenarnya bukanlah nama aslinya, melainkan nama sang ayah. Ia memilih menggunakan nama ‘Untung’ sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar setiap kebaikan yang ia lakukan menjadi pahala jariah bagi sang ayah.
“Setiap apa kebaikan yang kita buat ya mudah-mudahan ya pahala jariah buat beliau juga gitu. Karena nama Arie Untung sebenarnya nama dia, bukan nama asli saya,” tuturnya.
Di mata Arie, ayahnya adalah sosok pekerja keras yang selalu ingin terlihat rapi dan tidak memiliki masalah di hadapan anak-anaknya. Meski di luar rumah ia harus berjuang keras menghadapi berbagai kesulitan hidup, di depan anak-anaknya, ia selalu berusaha tampil necis.
“Bapak tuh sampai umur 52 gitu bapak tuh masih pakai motor, kerja gitu ke mana yang penting kita bisa kuliah gitu bener-bener. Tapi di depan anak-anak kelihatannya kayak necis, jam bulanan, rapi. Padahal di luaran dia perangnya kayak apa kita nggak tahu,” terangnya.
Dukungan sang ayah yang tulus tanpa mempedulikan pandangan orang lain menjadi inspirasi terbesar bagi Arie dalam menapaki karier. Arie pun menutup kenangannya dengan permohonan doa bagi mendiang sang ayah agar segala kesalahan almarhum diikhlaskan.
Sumber : Detik.com
Editor : DVI



































































































































































































































































































































































































































































































































































































