Perankan Hajime di Film Baby Udon, Denny Sumargo Petik Pelajaran Penting Soal Arti Suami dan Kesetiaan
Elgangga – Aktor sekaligus Executive Producer Denny Sumargo membagikan pengalaman mendalam serta pelajaran berharga setelah membintangi film terbaru berjudul Baby Udon. Dalam film ini, Denny memerankan karakter Hajime Kondoh, sosok pria asal Jepang yang kisah hidupnya diangkat dari kisah nyata bersama Fanny Kondoh.
Denny mengungkapkan bahwa proses penggarapan film ini tidaklah mudah dan sempat berada di ambang kegagalan sebelum akhirnya berhasil diwujudkan. Mulanya, kisah hidup Fanny yang begitu luas berawal dari perbincangan di kanal podcast milik Denny sebelum akhirnya didorong oleh sang istri, Olivia Sumargo, untuk diadaptasi ke layar lebar.
“Jadi kesulitan kita itu adalah bagaimana men-develop cerita ini, yang hidupnya Fani yang begitu luas itu. Kita kerucutkan bersama dengan Mbak Oka. Itu pekerjaannya sangat tidak mudah,” ujar Denny Sumargo saat ditemui di Gala Premiere Baby Udon di CGV Grand Indonesia, Jakarta Selatan.
Bagi Denny, keterlibatannya dalam proyek film ini memberikan banyak sudut pandang baru, khususnya mengenai makna hidup berumah tangga, pengorbanan, serta kesetiaan seorang laki-laki. Ia bahkan berseloroh bahwa karakter Hajime yang penuh kesabaran merupakan sosok yang sangat bertolak belakang dengan dirinya.
“Harusnya, kalau mau aman jadilah kayak Hajime Kondo. Jangan jadi Denny Sumargo. Hidup kalian akan terlalu rollercoaster kalau jadi gua. Nah, Hajime ini menurut saya lawan saking lawan, alter ego saya. Saya itu lebih ke red flag sebenarnya. Kalau Hajime itu lebih ke green flag dia,” kata Denny sambil tertawa.
Di balik candaan tersebut, aktor berusia matang ini mengaku belajar banyak dari kerapuhan sekaligus keteguhan karakter Hajime yang memilih bertahan dan menanggung rasa sakit demi kebaikan orang-orang yang dicintainya hingga akhir hayat.
“Dan aku belajar banyak hal dari karakter Hajime yang menurut aku itu adalah satu hal yang paling fragile, yang paling aku takuti ketika aku mengarungi dunia ini. Karena ketika kita menjadi baik, kita menjadi sabar, banyak rasa luka yang harus kita tanggung sendiri,” ungkapnya.
Denny menilai pengorbanan Hajime mencerminkan hakikat sejati dari perjuangan seorang kepala keluarga yang mendedikasikan hidupnya untuk istri dan anak-anaknya. Terlebih, pesan mengenai pentingnya menjaga kesetiaan dalam ikatan pernikahan menjadi poin moral yang sangat kuat dari film tersebut.
“Laki-laki. Itu tujuan hidup seorang pria. Pergi untuk istrinya dan berkorban untuk anak-anaknya. Jadi buat gue ini pesannya juga besar sekali untuk para pria. Apalagi pesan kesetiaan… Jangan gampang kita itu ke kiri dan ke kanan,” pungkasnya.
Sumber ; detik.com
Editor : dvi




































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































