Cerita Unik Lucky Hakim Saat Upacara HUT RI: Tanpa Fasilitas Khusus hingga Nyaris Dipeluk ODGJ
Elgangga – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia menyisakan cerita tersendiri bagi artis peran yang kini menjabat sebagai Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Menjalani upacara kemerdekaan keduanya di Alun-alun Indramayu pada Senin (17/8/2026), Lucky dihadapkan pada sejumlah momen unik, mulai dari kebijakan tanpa fasilitas khusus hingga insiden nyaris dipeluk oleh Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Di tengah khidmatnya jalannya prosesi upacara, suasana mendadak diwarnai kepanikan kecil ketika seorang wanita tiba-tiba berlari merangsek ke tengah lapangan.
“Jadi saat prosesi pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari masuk ke arah tengah, histeris teriak, nggak tahu mau apa, saya tidak tahu persis dari mana, karena lapangan terbuka untuk umum dan banyak penonton di sekeliling alun-alun,” ujar Lucky saat dihubungi awak media, Selasa (18/8/2026).
Wanita tersebut dikabarkan nyaris memeluk Lucky Hakim sebelum akhirnya sigap diamankan oleh petugas gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP. Lucky mengaku tidak melihat langsung kejadian tersebut lantaran tengah khidmat mengambil posisi hormat kepada bendera bersama Kapolres dan Dandim.
Setelah acara selesai, ia mendapat informasi bahwa wanita yang bersangkutan merupakan ODGJ. Meski sempat membuat heboh, pria berusia 48 tahun itu menyikapinya dengan kepala dingin dan santai sebagai sebuah kejutan unik.
“Saya sempat tanya, setelah acara, katanya ODGJ, saya kurang paham, tapi pastinya diamankan secara humanislah, kan mau ODGJ atau tidak, selama tidak membahayakan maka kita perlakukan dengan baik dan selayaknya,” kata Lucky.
Gelar Upacara Tanpa Tenda dan Kursi Khusus Pejabat Selain insiden tersebut, pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI di Indramayu pimpinan Lucky Hakim juga menjadi sorotan publik karena konsepnya yang merakyat. Jajaran birokrasi, anggota dewan, hingga kepala daerah sengaja tidak disediakan tenda peneduh maupun kursi khusus tamu VVIP.
Seluruh pejabat berdiri berjemur bersama di bawah terik matahari selama jalannya upacara. Langkah ini diambil agar para pejabat dapat merasakan langsung pengalaman dan keletihan yang kerap dirasakan oleh masyarakat umum di lapangan.
“Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan ber-AC, duduk di kursi nan nyaman… kita akan ingat momen upacara agustusan ini bahwa di luar sana masyarakat juga lelah berdiri,” pungkasnya.
Sumber : Detik,com
Editor : DVI



















































































































































































































































































































































































































































































































































































































