#Nasional

Tak Hanya Kasar ke Staf, Berikut Sederet Kontroversi Ketua DPRD Bone Andi Tenri

Elgangga – Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, menuai sorotan tajam publik. Bukan hanya karena sikap kasarnya yang diduga melempar kue dan menyiram air ke wajah seorang staf honorer berinisial YNS (29) di depan umum, politikus Partai Gerindra ini tercatat memiliki sejumlah rekam jejak kontroversial sejak awal masa jabatannya.

Andi Tenri yang terpilih sebagai legislator lewat raihan 7.828 suara pada Pileg 2024 lalu resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Bone periode 2024–2029 pada 31 Oktober 2024. Namun, kepemimpinannya dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir kerap diwarnai berbagai polemik.

Dirangkum dari catatan detikSulsel, berikut adalah deretan kontroversi yang menyeret nama Ketua DPRD Bone Andi Tenri:

1. Polemik Pelantikan Sekwan Batal Gegara Tak Direstui

Andi Tenri sempat menjadi sorotan publik saat dirinya menolak memberikan restu kepada Faidah untuk menduduki posisi definitif sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Bone.

Faidah yang saat itu berstatus sebagai pelaksana tugas (plt) sekwan dijadwalkan dilantik bersama sejumlah pejabat eselon II Pemkab Bone pada Juli 2025. Kendati telah mengantongi rekomendasi dari pimpinan fraksi lain dan restu dari BKN, pelantikan Faidah batal lantaran surat rekomendasi dari Ketua DPRD tidak kunjung terbit.

Andi Tenri berdalih penolakan tersebut karena Faidah dinilai tidak pernah membangun komunikasi atau menghadap langsung kepadanya sebagai pimpinan lembaga legislatif.

2. Berseteru dengan Pemkab dan Rekan Sesama Legislator

Selain kasus penolakan sekwan, kepemimpinan Andi Tenri juga diwarnai ketidakharmonisan dengan internal dewan maupun pemerintah daerah.

Ia sempat memicu keheranan para pimpinan DPRD lainnya, termasuk Wakil Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, akibat sikapnya yang dinilai kerap memperlambat proses pengesahan kebijakan krusial seperti APBD Perubahan. Polemik anggaran ini sempat dikritik menghambat hak-hak dasar tenaga pendidik dan kesejahteraan guru di Bone.

3. Mosi Tidak Percaya dan Aksi Walkout

Nama Andi Tenri juga sempat diguncang mosi tidak percaya dari puluhan anggota DPRD Bone. Konflik internal tersebut berujung pada aksi saling lapor, di mana Andi Tenri sempat melaporkan sejumlah anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone yang turut menandatangani mosi tersebut.

Selain itu, ia juga tercatat pernah melakukan aksi walkout dari ruang sidang paripurna DPRD Bone di tengah agenda penting kedewanan.

4. Terbaru: Kasus Dugaan Penganiayaan Staf Perkara Kue

Kontroversi terbaru dan paling disorot publik terjadi pada Rabu (22/7/2026). Andi Tenri dilaporkan secara resmi ke SPKT Polres Bone oleh seorang staf Sekretariat DPRD berinisial YNS atas dugaan tindak penganiayaan.

Insiden bermula dari urusan penyediaan konsumsi atau kue untuk tamu pimpinan dewan di area kantin DPRD Bone. Korban yang merupakan tenaga PPPK paruh waktu mengaku secara mendadak dilempari satu bosara (wadah) kue tepat di bagian wajahnya, disiram air botol, hingga dilempari botol sambal oleh sang ketua dewan.

Akibat insiden tersebut, korban yang mengalami trauma dan merasa harga dirinya diinjak-injak langsung melakukan visum di RSU Tenriawaru Bone serta menolak jalur damai. Di sisi lain, Badan Kehormatan (BK) DPRD Bone menyatakan akan memproses dugaan pelanggaran etik berat ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak detikSulsel telah berupaya mengonfirmasi langsung kepada Ketua DPRD Bone Andi Tenri Walinonong terkait rentetan kontroversi dan laporan polisi yang menjeratnya, namun yang bersangkutan belum memberikan respons

Sumber : Detik.com
Editor : DVI
Baca Juga :

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *