Primaya Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terapi Minim Invasif untuk Kebocoran Katup Jantung
Elgangga – Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan layanan MitraClip, terapi minimal invasif untuk menangani kebocoran katup jantung (mitral regurgitation/MR) pada pasien yang berisiko tinggi menjalani operasi jantung terbuka. Layanan ini ditandai dengan keberhasilan prosedur MitraClip pertama di Primaya Hospital Group.
Disampaikan oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi Primaya Hospital Kelapa Gading, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA, keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan utama penanganan kebocoran katup jantung di Indonesia.
“Pasien sebaiknya segera memeriksakan diri saat mengalami gejala seperti sesak napas, mudah lelah, atau pembengkakan pada tungkai agar terapi dapat diberikan sebelum fungsi jantung menurun”, jelas Prof. Yoga.
Pada prosedur perdana tersebut, tim dokter menangani pasien berusia 72 tahun dengan kebocoran katup mitral berat, gagal jantung berulang, dan kemampuan pompa jantung hanya sekitar 25 persen. Karena berisiko tinggi menjalani operasi jantung terbuka, pasien dipilih menjalani prosedur MitraClip.
MitraClip dilakukan melalui kateter yang dimasukkan dari pembuluh darah di lipat paha tanpa membuka dada. Alat berbentuk klip dipasang untuk mengurangi kebocoran katup sehingga aliran darah menjadi lebih optimal. Dibanding operasi konvensional, prosedur ini memiliki risiko lebih rendah, masa rawat inap sekitar dua hingga tiga hari, serta mempercepat pemulihan pasien.
Direktur Primaya Hospital Kelapa Gading, dr. Ferry Aryo, mengatakan “Kehadiran MitraClip melengkapi layanan Cardiac & Vascular Center dengan teknologi berstandar internasional, didukung fasilitas cathlab modern dan tim multidisiplin.”
Lebih lanjut, layanan ini diharapkan memberi akses terapi jantung berteknologi tinggi bagi masyarakat tanpa harus berobat ke luar negeri, jelasnya.
Pelaksanaan prosedur perdana tersebut juga melibatkan kolaborasi dengan pakar jantung struktural dari Ramathibodi Hospital, Mahidol University, Thailand, sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan transfer pengetahuan dalam pengembangan layanan jantung modern di Indonesia, tutupnya.
Sumber : Harian Singgalang
Editor : DVI
Baca Juga :
- Wali Kota Bekasi Minta Wangneng Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal Pada Proyek PSEL
- Wawali Harris Bobihoe : Pemkot Bekasi Dukung Kesetaraan Hak Difabel Peroleh Kesempatan Kerja
- Wawali Harris Bobihoe : Haturkan Terima Kasih Kepada Presiden RI Hidupkan Perekonomian Rakyat Melalui Nobar Piala Dunia 2026
- Aston Kartika Grogol dan Pemkot Jakbar Resmi Buka Pekan Raya Grogol 2026, Libatkan 45 UMKM Lokal











































































































































































































































































































