Butuh Waktu 3 Bulan bagi Reza Arap untuk Menyaksikan Karya Terakhir Lula Lahfah
Elgangga – Kepergian mendalam yang dirasakan Reza Arap atas meninggalnya sang kekasih, Lula Lahfah, berdampak pada proses kreatif film Harusnya Horror yang ia sutradarai. Reza mengaku sempat kesulitan untuk menyaksikan final cut atau versi akhir dari film tersebut karena Lula merupakan salah satu pemeran di dalamnya.
Reza mengungkapkan bahwa ia membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk mempersiapkan diri sebelum akhirnya sanggup melihat wajah Lula di layar lebar. Baginya, masa berkabung (grieving) membuatnya belum siap untuk menghadapi memori visual dari proses syuting yang mereka lalui bersama. Ia pun berterima kasih kepada pihak rumah produksi (Production House) yang memberikan ruang dan waktu baginya untuk berduka.
Setelah melewati masa-masa emosional tersebut, Reza akhirnya mampu menuntaskan tanggung jawabnya sebagai sutradara, termasuk melakukan tinjauan dan revisi pada film tersebut. Ia menegaskan bahwa kini kondisinya sudah jauh lebih baik dan ia merasa bangga sekaligus tenang saat melihat hasil karya yang mereka ciptakan bersama.
Harusnya Horror merupakan debut Reza Arap sebagai sutradara dalam genre komedi fantasi. Film produksi Essjay Studio ini mengisahkan tentang sekelompok pembuat konten yang mengalami krisis keuangan, hingga akhirnya memutuskan bekerja sama dengan hantu yang tidak menakutkan demi meraih popularitas di internet. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 20 Agustus mendatang.
Sumber : Kumparan.com
Editor : DVI
Baca Juga :































































































































































































































































































































