Aksi Barbar Empat Pemuda di Sleman Tembaki Mahasiswa Pakai ‘Airsoft Gun’ Demi Konten
Elgangga – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengungkap kasus penembakan brutal ala klitih yang menyasar seorang mahasiswa berinisial ARP (17). Aksi penembakan menggunakan senjata airsoft gun tersebut ternyata sengaja dilakukan para pelaku demi membuat konten video.
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Minggu (2/8/2026) dini hari di kawasan Jalan Laksda Adisucipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Korban yang baru saja pulang dari Solo, Jawa Tengah, tiba-tiba dipepet oleh rombongan pelaku di jalan. Tanpa motif yang jelas dan dilakukan secara acak, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis celurit sebelum akhirnya memberondong korban dengan airsoft gun.
“Korban ini acak, dia tidak ada masalah dengan orang itu,” ujar KBO Satreskrim Polresta Sleman, Ipda Kiswanto, dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman.
Berdasarkan hasil penyidikan, aksi penyerangan ini melibatkan empat orang pemuda yang merupakan teman lama dan pernah tergabung dalam satu geng. Polisi menyebut para pelaku memiliki peran yang terbagi-bagi saat beraksi: ada yang bertindak sebagai joki motor, membawa senjata tajam, menjadi eksekutor penembakan, hingga merekam video aksi kekerasan tersebut. Dugaan kuat, aksi barbar itu direkam secara sengaja untuk dipamerkan kepada rekan-rekan mereka sebagai konten.
Dalam insiden tersebut, pelaku utama berinisial IRS (27) yang bertindak sebagai eksekutor mengaku melepaskan tembakan sebanyak enam kali ke arah korban. Tiga dari tembakan tersebut mengenai bagian punggung korban hingga menyebabkan luka terbuka dan bengkak. Korban kemudian harus menjalani pengobatan di RS Hardjolukito sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Polisi berhasil mengamankan tersangka IRS di wilayah Maguwoharjo, Sleman. Dari hasil pemeriksaan sementara, IRS nekat melakukan aksi pelampiasan emosi karena mengaku tengah menghadapi masalah keluarga, termasuk setelah dirinya dikeluarkan (drop out) dari kampus tempatnya berkuliah. Sementara itu, senjata airsoft gun yang digunakan diketahui merupakan milik salah satu rekan pelaku.
Saat ini, pihak kepolisian masih memburu tiga pelaku lainnya yang sudah dikantongi identitasnya untuk mengusut tuntas jaringan serta motif di balik teror penembakan jalanan tersebut.
Sumber : detik.com
Editor : dvi




































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































