Pemerintah Matangkan Insentif Motor Listrik, Alva dan Gesits Jadi Prioritas
Elgangga – Pemerintah terus mematangkan skema pemberian insentif untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui program insentif bagi industri motor listrik nasional, dengan alokasi anggaran yang diklaim sudah tersedia.
Dalam arahannya, pemerintah berencana memberikan dukungan bagi perusahaan yang mampu memproduksi motor listrik di dalam negeri. Dari sekian banyak pelaku industri, pemerintah telah mengidentifikasi dua merek lokal yang akan menjadi penerima insentif tersebut.
“Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada,” ujar Airlangga saat ditemui usai Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Saat ditanya mengenai produk mana saja yang akan mendapatkan dukungan fiskal tersebut, Airlangga menyebutkan dua nama yang sudah tidak asing di pasar otomotif nasional.
“Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits,” tegas Airlangga.
Menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Meski arah kebijakan telah ditetapkan, teknis pelaksanaan insentif ini masih menunggu penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa pihaknya sebagai kementerian teknis sudah sangat siap menjalankan program ini.
“Kita sudah siap. Kementerian Perindustrian sebagai kementerian teknis sudah siap. Kita tunggu PMK-nya saja. Once PMK-nya selesai, baru kita sesuaikan,” ungkap Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/8/2026).
Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa penentuan daftar merek yang berhak menerima insentif ini nantinya akan diputuskan oleh tim gabungan yang terdiri dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, serta BPI Danantara.
Tujuan Program Insentif Kebijakan insentif motor listrik ini dirancang untuk mencapai tiga tujuan strategis pemerintah:
- Menurunkan biaya kendaraan bagi rakyat agar lebih terjangkau.
- Mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM).
- Membesarkan industri motor listrik nasional, mencakup ekosistem rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, hingga layanan purnajualnya.
Program ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan industri nasional dalam menguasai teknologi kendaraan listrik, sekaligus meningkatkan penggunaan komponen produksi dalam negeri atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Masyarakat kini tinggal menunggu regulasi turunan terbit agar manfaat dari insentif tersebut dapat segera dirasakan di pasar.
Sumber : Detik.com
Editor : DVI



















































































































































































































































































































































































































































































































































































































